72,8% Wilayah RI Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla dan Angin Kencang

Binti Mufarida
Ilustrasi musim kemarau di wilayah RI. (Foto: Ilustrasi/AI)

Menurut BMKG, kondisi tersebut menuntut peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, serta meningkatnya potensi kebakaran di lahan yang mudah terbakar.

“Meski demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer. Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah,” tulis keterangan BMKG.

Pada periode 24-27 Juli 2026, hujan lebat hingga sangat lebat masih tercatat di sejumlah daerah. Curah hujan mencapai 128 mm per hari di Sumatera Utara, 116 mm per hari di Sumatera Barat, 88 mm per hari di Kalimantan Utara, 87 mm per hari di Papua, dan 65 mm per hari di Aceh.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial di Sumatra bagian utara dan Sulawesi Tengah. Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) aktif di sebagian Sumatra bagian tengah hingga selatan.

Siklon Tropis Noul di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, juga meningkatkan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan, terutama di Kalimantan Utara.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
4 hari lalu

Karhutla Kepung Kalimantan! Anggota DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Sawit, Polisi Langsung Olah TKP

4 hari lalu

Asap Karhutla Bikin 254 Penerbangan di Kalimantan Batal dan Tertunda

5 hari lalu

Kabut Asap Karhutla Pekat, Bandara Haji Asan Sampit Lumpuh Total

5 hari lalu

El Nino Sangat Kuat Bikin Kemarau 2026 Makin Panjang, BMKG: Puncaknya hingga September

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal