Apa Contoh Stratifikasi Sosial?
Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat beberapa contoh stratifikasi sosial dalam kehidupan sehari-hari, yakni sebagai berikut
- 1. Sistem kepangkatan pada PNS, TNI, ataupun lembaga pemerintahan
- 2. Adanya sistem kasta masyarakat di wilayah Bali
- 3. Adanya kedudukan Raja Keraton di Yogyakarta dan Solo
- 4. Banyaknya ragam suku bangsa, ras, agama, profesi, kekerabatan
- 5. Seseorang berusaha menjadi orang kaya dengan bekerja keras dan menuntut ilmu.
- 6. Pada masa Perang Dunia II seseorang yang berkulit putih ditempatkan pada lapisan masyarakat yang paling atas
- 7. Orang yang berprofesi sebagai kepala sekolah cenderung lebih dihormati daripada guru.
- 8. Seorang ketua OSIS mempunyai kedudukan saat di sekolahnya, namun saat ia pulang ke rumah, ia harus bisa menyesuaikan dirinya dengan aturan rumahnya.
Faktor Pembentuk Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat
Dasar pembentuk stratifikasi sosial diukur melalui keberadaan hal yang lebih dihargai oleh masyarakat dan diukur secara kumulatif, berikut penjelasannya.
Hal pertama yang terpikirkan ketika kita mendengar kata ini, yaitu jumlah pendapatan seseorang. Jika orang tersebut memiliki pendapatan yang besar, maka harta benda yang dimiliki juga semakin banyak.
Banyaknya jumlah kekayaan yang dimiliki seseorang, mampu memberikannya peluang untuk menduduki strata tertinggi atas pengakuan masyarakat. Berbeda dengan orang berpendapatan rendah, umumnya akan menempati strata sebagai masyarakat bawah.