8 Juta Ton Sampah Dibuang ke Laut Setiap Tahun, BRIN Kembangkan Teknologi untuk Daur Ulang 

Jonathan Simanjuntak
Ilustrasi sampah (dok. DPRD DKI)

"Mikroplastik sangat berbahaya karena dapat dikonsumsi oleh plankton dan ikan yang menjadi bagian penting dari rantai makanan laut, dan pada akhirnya masuk ke tubuh manusia," ungkapnya.

Tak kalah penting, BRIN juga menjalin kerja sama dengan komunitas nelayan dan Pemerintah Daerah (Pemda) pada program pembersihan pantai hingga edukasi masyarakat. Sebab perubahan perilaku masyarakat juga penting untuk menangani permasalahan tersebut.

"Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci utama dalam menekan jumlah sampah plastik yang masuk ke laut. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah adalah langkah penting untuk jangka panjang," kata Reza.

BRIN, kata Reza, juga mempunyai sikap mendukugn regulasi terkait pengelolaan sampah plastik di Indonesia. Misalnya terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai yang harus segera diimplementasikan.

"Kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan penguatan infrastruktur pengelolaan sampah di perkotaan harus segera diimplementasikan untuk mencegah pencemaran laut," kata Reza.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 hari lalu

BRIN Uji Efektivitas Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla, Begini Cara Kerjanya

10 hari lalu

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

12 hari lalu

Sampah Jakarta ke Bantargebang Berkurang, DPRD DKI Minta Hitung Ulang Kompensasi Bau ke Bekasi

16 hari lalu

Pramono Siapkan Saringan Sampah di 11 Sungai Jakarta, Ini Lokasinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal