Hingga Minggu (18/1) pukul 08.00 WIB, jumlah pembatalan tiket kereta api jarak jauh yang tercatat mencapai 8.615 tiket. Pembatalan dilakukan oleh pelanggan seiring adanya pembatalan perjalanan dan rekayasa operasional akibat kondisi banjir.
Sejalan dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan KAI menjalankan pemulihan operasional secara bertahap dan terpadu melalui perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, serta pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu demi keselamatan.
“Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Di lapangan, KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan,” ujarnya.