JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) mendirikan dapur umum hingga mendistribusikan bantuan logistik untuk korban banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Berdasarkan data sementara, sebanyak 8.692 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir, dengan 987 Jiwa mengungsi ke 11 lokasi pengungsian.
"Petugas di lapangan, saat ini terus bekerja, melakukan asesmen, evakuasi korban terdampak, dan mendistribusikan logistik," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (19/1/2026).
Berdasarkan informasi awal, banjir disebabkan oleh hujan yang mengguyur Kota Pekalongan pada Jumat (16/1/2026) dari pukul 19.30 hingga 03.00 WIB.
Kondisi terparah terjadi di dua wilayah di Kecamatan Pekalongan Barat, yakni di Kelurahan Tirto dan Pasir Kraton Keramat. Banjir di Kelurahan Tirto, selain disebabkan oleh tingginya curah hujan, juga diperparah luapan Sungai Bremi serta tidak berfungsinya pompa air, dengan ketinggian air 30-80 cm.
Selain Kecamatan Pekalongan Barat, banjir merendam wilayah Kecamatan Pekalongan Timur yakni Kelurahan Kalibaros , Poncol, Setono, Nayontaansari, Klego, dengan ketinggian air 20-50 cm. Serta Kecamatan Pekalongan Selatan di Kelurahan Banyurip, Jenggot, Kuripan Yosorejo, dengan ketinggian air 20-40 cm.
Kemensos bekerja sama dengan Dinas Sosial, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan lainnya, telah melakukan upaya penanganan bencana banjir di Pekalongan, mulai dari melakukan asesmen dan kaji cepat di masing-masing lokasi, melakukan evakuasi, hingga mendirikan dapur umum lapangan.