"Untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," kata Budi, Rabu (9/9/2026).
Kemudian, kata Budi, pada Selasa 8 September 2026, polisi telah meminta keterangan dari Abah Setu. Berdasarkan keterangan, Abah Setu mengaku menjadi korban editan AI.
"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," ujar Budi.