MEDAN, iNews.id – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu’ti memberikan tiga pesan penting kepada para profesor. Menurutnya, profesor tidaklah sekadar pangkat akademik.
Profesor harus memiliki paling tidak tiga keteladanan. Profesor mestinya menjadi cahaya di tengah gulita, menjadi pemandu di tengah arah tak menentu.
Pesan itu disampaikan Abdul Mu'ti saat memberi arahan pada pengukuhan Prof Dr Muhammad Qorib, MA, sebagai Guru Besar ke-27 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Senin (16/2/2026).
Mengawali arahannya, Abdul Mu’ti yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengutip buku Tom Nichols 'Matinya Kepakaran (The Death of Expertise)' yang menggambarkan bagaimana ilmuwan semakin tersaingi oleh berbagai teknologi.
Orang yang ingin mencari fatwa agama tidak selalu datang kepada para ulama atau pendeta, tetapi kepada 'Profesor Google'. Terkadang orang mencari fatwa di sana bukan untuk mencari kebenaran, melainkan pembenaran. Orang mengikutinya tanpa ada yang memandu.