“Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global,” ujarnya.
Dalam retret ini, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta menyampaikan paparan kinerja. Presiden juga meminta masukan langsung dari jajaran menteri dan wakil menteri guna merumuskan langkah percepatan kebijakan.
Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, sekolah rakyat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruhnya merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang menjadi pijakan arah pembangunan nasional.
Menurut Ivan, indikator penilaian kinerja pemerintah bersumber dari berbagai capaian konkret, seperti perluasan Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat serta pembukaan 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Presiden juga menyoroti capaian swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta penguatan penegakan hukum yang hasil pengembalian kerugian negaranya dimanfaatkan kembali untuk program strategis, termasuk beasiswa LPDP dan percepatan program perumahan.
“Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan,” kata Ivan.