JAKARTA, iNews.id - Pegiat media sosial, Ade Armando mendesak adanya klarifikasi terkait munculnya tawaran proyek triliunan rupiah yang akan diberikan kepada Eggi Sudjana jika mau meminta maaf ke Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait tudingan ijazah palsu.
Ade yang juga pendukung Jokowi itu menyebut, munculnya tuduhan penyuapan bernilai triliunan rupiah jauh lebih serius untuk disoroti ketimbang substansi perkara tudingan ijazah palsu.
Dia menyoroti klaim yang menyebut bahwa pihak Presiden Jokowi diduga mencoba menyuap Eggi Sudjana dengan proyek senilai triliunan rupiah. Suap tersebut dituduhkan bertujuan agar Eggi menghentikan perkara hukum terkait dugaan ijazah palsu yang tengah bergulir.
"Itu sebuah tuduhan yang sangat serius. Saya nggak tahu secara hukum apakah itu pelanggaran pidana atau bukan kalau benar dilakukan," ucap Ade dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Babak Baru, Tudingan 'Orang Besar' Ijazah Jokowi di iNews, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, isu ijazah palsu kini menjadi 'soal kecil; jika dibandingkan dengan tuduhan upaya penyuapan tersebut. Dia menilai, informasi ini merupakan hal baru yang sangat krusial dan harus segera diklarifikasi oleh semua pihak, terutama untuk memastikan apakah hal tersebut fakta atau sekadar hoaks.
Karena itu, Ade menuntut adanya transparansi atas informasi yang muncul ini. Bahkan, dia mendorong agar media massa, LSM, dan masyarakat luas memberikan perhatian besar terhadap isu ini.
"(Sehingga) harus diklarifikasi, harus jelas. Nah ini makannya. Penting untuk mengetahui apakah itu hoaks atau bukan," ucap Ade.
Ade berpendapat jika Jokowi juga perlu memberikan klarifikasi atas munculnya tuduhan ini. Mengingat, nama mantan wali kota Solo itu ikut diseret usai kediamannya dikunjungi Eggi Sudjana.
"Pak Jokowi perlu ditanya nih saya rasa, 'Pak, betulkah Bapak menawarkan proyek triliunan rupiah kepada Bung Eggi Sudjana," ucapnya.