AHY menilai aspirasi tersebut mencerminkan kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Mereka memahami betul bahwa elemen-elemen mendasar infrastruktur harus terus dikawal bersama. Kami hadir untuk memastikan pembangunan itu berjalan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut, isu digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) juga mengemuka. AHY menekankan agar generasi muda Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menguasai dan mengembangkannya.
“Era digital menuntut peningkatan kapasitas. Anak-anak muda kita bukan hanya harus melek teknologi, tetapi juga menguasai AI, robotik, dan teknologi masa depan lainnya. Namun, tetap harus berakar pada jati diri bangsa,” ujarnya.
Dia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses internet, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna mengurangi kesenjangan digital atau digital divide. Menurutnya, akses digital yang merata akan membuka peluang pendidikan jarak jauh, pengembangan ekonomi digital, hingga perluasan pasar lintas daerah dan negara.