"Kami siapkan program satu orang satu rekening dengan setoran awal Rp50.000 dan anggaran Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," kata Airlangga.
Verifikasi data calon pemilik rekening tersebut dipersiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama perbankan syariah berbasis data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Melalui terobosan ini, tingkat inklusivitas keuangan nasional diproyeksikan terungkit naik dari posisi 93 persen menuju kisaran 99 persen.
Fondasi inklusi finansial itu dibangun secara berjenjang sejak usia sekolah untuk menanamkan kebiasaan mengelola uang secara formal. Pemerintah mencatat partisipasi generasi muda dalam mengakses produk perbankan terus menunjukkan pertumbuhan yang solid.
"Peningkatan inklusi juga dimulai sejak dini. Rekening pelajar itu sudah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan dananya tabungan mencapai Rp27 triliun," kata Airlangga.
Airlangga menyoroti perluasan jangkauan perbankan yang masif ini berujung hasil pada perbaikan indikator literasi dan inklusi finansial nasional secara agregat. Berbagai terobosan kebijakan dalam dua tahun kepemimpinan Prabowo dianggal bahkan berhasil menempatkan capaian Indonesia di atas rata-rata internasional.