Airlangga Ungkap Perbedaan Pelemahan Rupiah Sekarang dan Era Krisis 98, Apa Itu?

Anggie Ariesta
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perbedaan pelemahan rupiah sekarang dengan era krisis 98. (Foto: iNews.id/Anggie)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap perbedaan pelemahan rupiah sekarang dengan era krisis 1998. Ia menegaskan bahwa kualitas ketahanan ekonomi nasional saat ini jauh lebih solid dan sehat dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya.

Airlangga membandingkan data depresiasi mata uang Garuda serta laju inflasi dari beberapa periode pemerintahan terakhir guna meluruskan persepsi publik.

“Tadi Pak Misbakhun mengomentari 98, saya dukung. Saya hanya menyampaikan bahwa rupiah itu di tahun 2004-2014 terdepresiasinya 40 persen dalam 10 tahun. Dan itu dengan inflasi yang di tahun 2005 17 persen karena harga minyak naik ke 140 per barrel,” urai Airlangga dalam acara KNPED OJK di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026). 

Airlangga menjabarkan situasi tersebut berangsur membaik pada periode sepuluh tahun berikutnya. 

Di tengah lanskap ekonomi global yang dinamis, bauran kebijakan moneter dan fiskal terbukti mampu memitigasi kejatuhan nilai tukar secara lebih terukur.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
10 jam lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Ditutup Kembali Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya

4 hari lalu

Airlangga Ungkap Jumlah Orang Bekerja Lebih Banyak daripada PHK, Ini Data Terbarunya

4 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.923 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal