"Tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami, meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi tetap dipantau secara intensif," katanya.
Menurutnya, yang perlu diwaspadai saat ini adalah lontaran materi pijar hingga abu vulkanik. Oleh karenanya, warga diminta tidak beraktivitas pada radius yang telah ditentukan.
"Lontaran material ini dapat merusak peralatan yang berada dekat dengan pusat aktivitas dan membahayakan siapa pun yang masuk zona terlarang," katanya.