Analis Politik: Ahok Bikin Elektabilitas PDIP Merosot

Antara
Mantan gubernur DKI Jakarta BAsuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Analis politik dari Voxpol Center and Research Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengungkapkan faktor penyebab turunnya elektabilitas PDIP akhir-akhir ini. Menurut dia, masuknya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ke partai berlambang banteng moncong putih itu menjadi alasan utamanya.

Pangi menilai Ahok memberikan sentimen negatif kepada PDIP karena dicap sebagai partai penista agama. Menurut dia, elektabilitas PDIP yang turun karena ada pengaruh dari pemilih sosiologis. Oleh karena itu, pemilih tersebut masih menyimpan luka terkait dengan sikap Ahok dan perlu waktu untuk mengobatinya.

“PDIP harus segera recovery, ditambah lagi bergabungnya Ahok ke PDIP sintemen negatif dan mempertegas bahwa PDIP partai pendukung penista agama,” kata Pangi di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Menurut dia, elektabilitas PDIP kini bergantung pada Presiden Jokowi. Jika Jokowi sukses, citra PDIP makin bagus dan dianggap sukses. Dengan begitu, sosok Jokowi secara tidak langsung berdampak pada kenaikan elektabilitas partai berlambang banteng tersebut. “Suksesnya dan bagusnya citra Jokowi maka menjadi sukses PDIP,” ujarnya.

Dia berpendapat, turunnya elektabilitas Jokowi juga punya dampak secara langsung terhadap elektabilitas PDIP. “Ini konsekuensi dari efek ekor jas (coattail effect). Maka, bisa jadi ketika elektabilitas Prabowo naik, otomatis elektabilitas Gerindra ikut naik,” ucap Pangi.

Dia mengatakan, selama ini PDIP masih gagal memperluas ceruk pasar pemilih dan hanya mempertegas atau memperkuat basis ceruk segmen pemilih nasionalis. PDIP masih gagal dalam ekspansi penetrasi pada zonasi wilayah kantong pemilih muslim.

Sebelumnya, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra naik, sedangkan elektabilitas PDIP turun. LSI mencatat elektabilitas PDIP pada Desember 2018 sebesar 27,7 persen. Sementara itu, pada Januari 2019 turun menjadi 23,7 persen.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

PDIP Kenang Sosok Guruh Sukarnoputra: Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

3 hari lalu

PDIP Pastikan Bupati Bolmut yang Kena OTT Bukan Kader, Hanya Pernah Usung di Pilkada

4 hari lalu

Puan Akui PDIP Sudah Diajak Bicara soal Ambang Batas Parlemen 5 Persen

4 hari lalu

Alasan PDIP Usul Aturan Batas Atas Usung Capres-Cawapres: Supaya Ada 3-4 Paslon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal