Ancaman Digital Makin Nyata, Komdigi Minta Pesantren Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak

Annastasya Rizqa
Menkomdigi Meutya Hafid. (Foto: Niko Prayoga)

JAKARTA, iNews.id – Ancaman di ruang digital terhadap anak-anak kian mengkhawatirkan. Pemerintah menegaskan, peran pesantren kini menjadi krusial sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari paparan konten berbahaya hingga praktik radikalisasi online.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut, perlindungan anak di dunia digital sudah tidak bisa ditunda. Menurutnya, dampak negatif platform digital kini semakin nyata dan langsung dirasakan.

"Ini bukan lagi ancaman hipotetis. Anak-anak kita sudah jadi target, termasuk dalam kasus rekrutmen radikalisme lewat game online," ujar Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Dia menegaskan, kondisi tersebut menuntut pengawasan yang lebih ketat serta pembentukan karakter anak sejak dini. Dalam hal ini, pesantren dinilai memiliki kekuatan karena mampu mengombinasikan pendidikan moral, disiplin, dan pembatasan penggunaan gadget.

"Pesantren harus menjadi benteng yang tangguh. Lingkungan yang terkontrol sangat penting agar anak tidak bebas mengakses konten yang berbahaya," katanya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Menteri Komdigi Imbau Tidak Asal Sebar Video Kecelakaan Kereta Bekasi

Nasional
13 hari lalu

Komdigi Pastikan Roblox Segera Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun!

Internet
19 hari lalu

Tak Main-Main! Komdigi Siap Blokir Platform yang Biarkan Kekerasan Seksual

Nasional
2 hari lalu

Qodari Sebut Tuduhan Amien Rais ke Presiden Prabowo Contoh Nyata Bahaya Hoaks di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal