JAKARTA, iNews.id – Ancaman di ruang digital terhadap anak-anak kian mengkhawatirkan. Pemerintah menegaskan, peran pesantren kini menjadi krusial sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari paparan konten berbahaya hingga praktik radikalisasi online.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut, perlindungan anak di dunia digital sudah tidak bisa ditunda. Menurutnya, dampak negatif platform digital kini semakin nyata dan langsung dirasakan.
"Ini bukan lagi ancaman hipotetis. Anak-anak kita sudah jadi target, termasuk dalam kasus rekrutmen radikalisme lewat game online," ujar Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Dia menegaskan, kondisi tersebut menuntut pengawasan yang lebih ketat serta pembentukan karakter anak sejak dini. Dalam hal ini, pesantren dinilai memiliki kekuatan karena mampu mengombinasikan pendidikan moral, disiplin, dan pembatasan penggunaan gadget.
"Pesantren harus menjadi benteng yang tangguh. Lingkungan yang terkontrol sangat penting agar anak tidak bebas mengakses konten yang berbahaya," katanya.