"Karena ini dibuat oleh Perum Peruri, watermark security index-nya itu dibuat oleh Perum Peruri," ujarnya.
"Jadi ini dibuatlah yang namanya ijazah itu yang dicetak oleh UGM itu. Jadi bermacam-macam untuk itu. Untuk Gadhaj Adam ini ada security index-nya ya," sambungnya.
Sebelumnya, pakar telematika yang juga tersangka kasus fitnah ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, mengungkap adanya temuan kejanggalan ijazah Jokowi. Hal itu terungkap setelah dirinya bersama salah seorang peneliti yang akrab disapa Topi Merah menemukan bahwa tulisan nama universitas pada barang bukti ijazah yang ditampilkan Rismon Sianipar tidak sesuai.
Diketahui, saat program Rakyat Bersuara di iNews pada Selasa 21 April 2026 lalu, Rismon menampilkan barang bukti ijazah Jokowi yang disebut didapat dari Dian Sandi.
“Di embosnya itu bukan Universitas Gadjah Mada, tapi Universitas Gadhaj Adam,” kata Roy di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).