“Jadi sudah berlangsung usaha-usaha untuk men-support beliau. Namun memang upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal itu ternyata belum membawa hasil karena ada kehendak Yang Maha Kuasa yang terbaik untuk Ibu Ani,” katanya.
Terawan menegaskan, kondisi Ani Yudhoyono yang memburuk sebelum akhirnya meninggal dunia bukan karena kemoterapi. Namun, itu karena memang perjalanan perjalanan penyakit kanker darah yang diderita Ani.
Terawan juga membenarkan sempat ada rencana Ani Yudhoyono mendapatkan donor dari adiknya. Namun, rencana itu tidak jadi dilakukan karena kondisi Ani yang tidak memungkinkan.
“Itu semua karena menyangkut perjalanan terapi dan perjalanan penyakitnya. Kalau perencanaannya sesuai, ya tentunya itu bisa diberikan donornya. Namun perjalanan penyakit yang tidak memungkinkan untuk bisa dilangsungkan pendonoran,” katanya.