Istilah "Good Friday" berasal dari makna kata "good" yang berarti suci atau mulia, bukan "baik" dalam arti biasa. Di beberapa bahasa, seperti bahasa Jerman yang menyebutnya "Karfreitag" atau Jumat Dukacita, menekankan suasana duka dan penyesalan. Meskipun demikian, istilah "Good" menunjukkan bahwa kematian Yesus membawa keselamatan dan harapan baru bagi umat manusia.
Pada hari ini, umat Kristiani merenungkan penderitaan Yesus yang rela menanggung dosa dunia agar manusia bisa memperoleh pengampunan dan hidup kekal. Good Friday menjadi momen refleksi spiritual yang mendalam, di mana setiap orang diajak untuk mengingat betapa besar kasih Tuhan melalui pengorbanan-Nya.
Pada Good Friday 2025, berbagai tradisi dan ibadah khusus biasanya dilakukan di gereja-gereja di seluruh dunia, antara lain:
Ibadah Jalan Salib (Via Crucis): Umat mengikuti perjalanan Yesus dari pengadilan hingga penyaliban dengan merenungkan 14 stasi atau perhentian yang menggambarkan penderitaan-Nya.
Pembacaan Kisah Sengsara Yesus: Melalui bacaan Injil, umat diingatkan kembali pada peristiwa-peristiwa penting menjelang wafatnya Yesus.