Apai Janggut Tokoh Adat Dayak Iban Sungai Utik Raih Penghargaan Gulbenkian Prize for Humanity di Portugal

Rizal Bomantama
Apai Janggut selaku "tuai rumah panjang" atau Ketua Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik meraih Gulbenkian Prize for Humanity ke-4 dari Yayasan Calouste Gulbenkian di Lisbon, Portugal pada Rabu (19/7/2023). (Foto: www.presidencia.pt)

Penghargaan ini membuktikan hutan dapat memberikan manfaat lebih ketika hidup daripada ditebang. Aksi lokal Masyarakat Adat Sungai Utik dalam aksi mitigasi perubahan iklim memberikan manfaat tidak saja bagi masyarakat itu sendiri, tapi juga bagi negara dan dunia. 

Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik sebelumnya telah mendapatkan penghargaan nasional Kalpataru dari pemerintah Indonesia dan UNDP Equator prize pada tahun 2019 atas upaya mereka mempertahankan hutannya dari penebangan liar, perambahan, dan konversi lahan oleh perusahaan. 

Dalam penganugerahan Gulbenkian Prize for Humanity ke-4 di Lisabon ini, Apai Janggut turut didampingi oleh Raymundus Remang, selaku Kepala Desa Sungai Utik; Joni Manehat dari Komunitas Sungai Utik; dan Yani Saloh dari Friends of Sungai Utik. 

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
4 hari lalu

Bangga! MNC Insurance Business Group Raih Penghargaan The Finance Awards 2026, Predikat Sangat Bagus

4 hari lalu

Diakui Tingkat Global, Pegadaian Raih Penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026

5 hari lalu

JK Terima Penghargaan dari Northern Illinois University, Disebut Jembatani Indonesia-AS

5 hari lalu

Elon Musk Terima Kompensasi Rp2.853 Triliun dari Tesla, Setara 2,5 Juta Kali Gaji Karyawannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal