Menurut Rifqinizamy, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja. Ia juga menilai salah satu hal menarik dari penyelenggaraan apresiasi tersebut adalah indikator penghargaan yang dapat berbeda pada setiap pelaksanaan.
Ia berharap pada batch berikutnya indikator penilaian dapat semakin beragam serta melibatkan lebih banyak kementerian dan lembaga.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, penyelenggaraan apresiasi pemerintah daerah tidak dilakukan dalam satu kompetisi nasional. Pemerintah membagi daerah ke dalam enam regional atau klaster dengan mempertimbangkan perbedaan kapasitas fiskal masing-masing daerah.
Menurut Tito, pembagian tersebut dilakukan agar pemerintah daerah dengan kapasitas fiskal yang lebih rendah tetap memiliki ruang untuk berkompetisi secara proporsional dengan daerah lainnya.
Salah satu regional yang menjadi bagian dari penyelenggaraan tersebut adalah Regional Papua.