Asal Usul Nama Bulan Purnama Harvest Moon, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi bulan purnama Harvest Moon. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Fenomena astronomiHarvest Moon atau Bulan Panen telah menghiasi langit Indonesia pada Sabtu (26/9/2026) malam. Fenomena tersebut ditandai dengan piringan Bulan yang tampak bulat utuh dan bersinar terang.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teguh Rahayu, menjelaskan Harvest Moon merupakan istilah tradisional bagi fase bulan purnama yang terbit paling dekat dengan hari ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.

"Ekuinoks sendiri merupakan fenomena ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Kondisi ini membuat durasi siang dan malam di hampir seluruh penjuru Bumi relatif sama panjang, yaitu sekitar 12 jam," kata Ayu dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/9/2026).

Secara historis, penamaan Harvest Moon berawal dari kebiasaan para petani di Eropa dan Amerika Utara pada era sebelum listrik ada. Mereka memanfaatkan pendar cahaya purnama yang sangat terang untuk melanjutkan aktivitas memanen hasil pertanian hingga larut malam.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan mulai terbit sekitar pukul 17.29 WIB pada Sabtu (26/9). Namun, saat itu Bulan masih sulit terlihat karena posisinya dekat dengan garis horizon.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
9 tahun lalu

Waspadai 5 Penyakit yang Mengintai di Akhir Tahun

9 tahun lalu

BMKG Catat 124 Gempa Terjadi di Ambon

9 tahun lalu

Hujan Disertai Petir hingga 20 November, Warga Jatim Diminta Waspada

9 tahun lalu

Waspada Banjir, 400 Personel DPU Kota Bandung Siaga 24 Jam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal