JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 254 penerbangan batal atau tertunda akibat kondisi asap dan penurunan jarak pandang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, kondisi asap karhutla dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga memengaruhi kelancaran operasional penerbangan.
"Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Apabila kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, maka penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan pemantauan Kemenhub selama periode 14-20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay, 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 14 penerbangan dialihkan atau divert.