Sementara di sektor jasa keuangan, Astra memiliki bisnis pembiayaan konsumen, alat berat, digital, fintech, asuransi umum hingga asuransi jiwa. Bisnis tersebut ditopang basis data pelanggan yang luas, jaringan leasing nasional, serta kemampuan analisis kredit dan penagihan.
Adapun pada bisnis heavy equipment and mining solutions, Astra mengandalkan United Tractors yang memiliki bisnis terintegrasi, mulai dari distribusi alat berat, kontraktor pertambangan hingga kepemilikan tambang, termasuk emas dan nikel.
Di luar tiga bisnis inti tersebut, Astra juga menerapkan pendekatan berbeda terhadap wider businesses melalui strategi invest, partner, dan capital allocation.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan alokasi modal diarahkan pada bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan sekaligus dapat memperkuat kapabilitas Astra.
"Paling intinya, semua pendekatan yang dilakukan itu adalah bisnis yang lebih berkualitas dan mengoptimalkan alokasi modal kami untuk memperkuat kapabilitas," kata Tira.