Awal November Masih Panas dan Kering, Bagaimana Potensi Hujan di Indonesia?

Binti Mufarida
Ilustrasi musim kemarau (Foto: Ilustrasi AI)

“Fenomena-fenomena ini mendorong pertumbuhan awan hujan, terutama pada area dengan konvergensi massa udara dan labilitas atmosfer yang signifikan,” tulis BMKG.

Selain itu, BMKG melaporkan dinamika pola angin regional turut dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna.

Keberadaan kedua sistem tersebut membentuk zona konvergensi dan perlambatan kecepatan angin (konfluensi) yang menstimulasi pembentukan awan konvektif pemicu hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gempa M6,4 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Dipicu Deformasi Lempeng di Laut Banda

3 hari lalu

BMKG Deteksi Potensi Siklonik Baru di Laut Utara Aceh: Waspada Hujan Sedang hingga Lebat

3 hari lalu

Aceh-Sumut Diguyur Hujan Ekstrem 3 Hari, BMKG Ungkap Pemicunya

4 hari lalu

BMKG Ungkap Rata-Rata Musim Hujan di Indonesia Mundur 20-30 Hari, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal