Badan Geologi : Aktivitas Gunung Merapi Didominasi Pertumbuhan Kubah Lava

Binti Mufarida
Gunung Merapi meluncurkan awan panas. (Foto : Antara)

“Awan panas dan guguran dapat terjadi sewaktu-waktu. Meskipun, kejadian awan panas guguran masih sulit untuk diprediksi dari sisi waktu kejadiannya namun dapat diperkirakan potensi bahayanya,” kata Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

“Untuk meminimalisir kerugian dan menghindari korban akibat erupsi ini adalah dengan cara meningkatkan keakuratan dan kecepatan asesmen bahaya serta memastikan masyarakat dapat merespons peringatan dini dengan cepat dan tepat,” katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 hari lalu

Karhutla Landa Gunung Merapi, 59 Ha Lahan Hangus

2 hari lalu

Heboh Muncul Dataran Baru Disebut Cucu Anak Krakatau, Badan Geologi Buka Suara

11 hari lalu

Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Turun Jadi Waspada, Erupsi Terakhir 31 Agustus

13 hari lalu

Viral Air Laut Perairan Banten Surut Picu Kekhawatiran Tsunami, Ini Penjelasan Badan Geologi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal