Ketiga, pelaku politik harus bisa membuat konten yang saat ini diminati oleh generasi muda dengan disisipkan edukasi politik.
Keempat, pelaku politik harus bisa mengajak dan membimbing generasi muda untuk melakukan literasi yang baik dan benar.
Kelima, setelah memberikan edukasi politik, partai politik harus dapat mensisipkan informasi mengenai pemilu dan mendorong agar generasi muda tidak menjadi golongan putih (golput) dan mengunakan hak suara mereka di Pemilu 2024.
"Banyak partai-partai politik lupa mengedukasi hal buruk yang akan terjadi jika golput. Contoh, nanti suara mereka dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan hak-hak suara mereka disalahgunakan apabila golput," ujarnya.
Sebelumnya, Ravena juga menjelaskan masalah sebenarnya generasi muda itu enggan berpolitik karena stereotipe yang menyebutkan parpol tempat menelurkan pejabat korupsi.
Imbasnya, generasi muda menjadi golput dan tidak mengunakan hak suara mereka.