“Kami dari Baharkam, sejak beberapa bulan lalu ingin melempar gagasan kepada masyarakat untuk mendapatkan gambaran dan masukan melalui media komik dan karikatur,” ujar Karyoto saat membuka acara.
Menurutnya, komik dan karikatur dipilih sebagai medium karena dinilai mampu merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap Polri secara lugas namun konstruktif, khususnya dalam menyongsong tahun 2026.
“Kami ingin melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri ke depan agar semakin baik dalam memberikan pertolongan. Oleh karena itu, sejak akhir tahun lalu Baharkam mencanangkan semangat hadir sebagai polisi penolong,” jelasnya.
Karyoto juga menegaskan Polri tidak menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih terjadi. Dia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan, termasuk melalui mekanisme pelaporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
“Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan semakin benar,” tutur dia.