Bahlil Ngaku Jadi Korban Penyadapan, Takut Percakapan Malam Hari Terbongkar

Ravie Mulia Wardani
Bahlil Lahadalia mengaku ikut menjadi korban dugaan penyadapan ilegal dan khawatir aktivitas pribadinya ikut terpantau melalui penyadapan tersebut. (Foto: tangkapan layar)

Meski menyampaikan pernyataan tersebut dengan nada bercanda, Bahlil menilai kasus penyadapan ilegal bukan persoalan sepele. Menurutnya, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak besar dan membahayakan negara.

"Wah, saya bilang ini bisa berdampak sistemik, masif, dan terstruktur ini, saya bilang," ucapnya.

Karena itu, Bahlil menyatakan dukungannya kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara tersebut secara transparan.

"Kita, Partai Golkar, mendukung secara penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan. Kita mendukung penuh. Diusut tuntas, dan dilakukan secara transparan," tuturnya.

Sebagai informasi, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.

Keempat tersangka tersebut yakni mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi Santoso, serta Irjen Slamet Uliandi yang ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (5/11/2026).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
60 menit lalu

Diisukan Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo, Bahlil: Saya Juga Disadap!

14 jam lalu

Bahlil Bersama Dewan Jenderal Sadap Prabowo? Golkar: Sumbernya Tak Jelas

16 jam lalu

Golkar Tegaskan Isu Keterlibatan Bahlil dalam Penyadapan Ilegal Tidak Benar

20 jam lalu

Golkar Bantah Isu Bahlil Terlibat Penyadapan 'Dewan Jenderal', Tegaskan Kabar Hoaks

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal