"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP, kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara," tuturnya.
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, skema tersebut akan dijalankan dengan memperhatikan pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau sesuai arahan Presiden Prabowo.
Selain membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS, program PLTS 100 GW diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja. Program tersebut juga diperkirakan dapat memberikan efisiensi terhadap subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.
Tak hanya itu, pembangunan PLTS 100 GW secara keseluruhan diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 140 juta ton CO2 per tahun. Nilai ekonomi karbon yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.
Bahlil menegaskan percepatan program tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian dan lembaga. Kementerian ESDM, PLN, Satgas Hilirisasi, hingga TNI dan Polri turut dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan program.
Pemerintah juga akan memanfaatkan tanah negara untuk mendukung pembangunan PLTS. Untuk proyek PLTS berkapasitas 1.000 MW di Bali, Bahlil memastikan seluruh lahannya akan menggunakan tanah negara sesuai arahan Presiden Prabowo.