"Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," kata dia.
Pernyataan ini menunjukkan adanya opsi penyesuaian kebijakan ekspor gas dengan mempertimbangkan kebutuhan energi nasional. Namun, Bahlil belum merinci negara tujuan ekspor yang dimaksud maupun kontrak yang berpotensi tidak diperpanjang.
Pemerintah juga belum mengumumkan keputusan final mengenai penghentian ekspor gas. Karena itu, rencana tersebut masih berupa opsi yang dipertimbangkan untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terpenuhi.