Bahlil menyebut teknologi pengolahan batu bara menjadi sumber energi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk China. Pemerintah juga sudah menerima tawaran kerja sama dari sejumlah perusahaan yang ingin mengembangkan teknologi tersebut di Indonesia.
"Beberapa perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan penawaran kepada kami untuk melakukan kerja sama," tambahnya.
Menurut Bahlil, peluang pengembangan teknologi ini terbuka lebar karena Indonesia memiliki potensi batu bara berkalori rendah dalam jumlah besar. Pemerintah selanjutnya akan menindaklanjuti arahan Presiden untuk mengoptimalkan sumber daya tersebut sebagai energi domestik.
"Potensi batu bara kita untuk low kalori itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden," kata Bahlil.