Fakta menunjukan menurunnya jumlah kursi yang signifikan dalam empat periode pemilu terakhir. Partai Golkar terhitung kehilangan lebih dari 43 kursi dari semula 128 kursi pada 2004, menjadi hanya 85 kursi pada Pileg 2019.
"Ironisnya penambahan jumlah pemilih dan kursi pada DPR RI pada Pemilu 2019 yang seharusnya berdampak positif bagi suara Partai Golkar. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Partai Golkar kehilangan lebih dari 1 Juta suara dibandingkan Pemilu sebelumnya," tutur Bamsoet.
Realitas kemerosotan kinerja yang terjadi di Partai Golkar ini, menurut Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini telah menimbulkan kecemasan dari setiap kader-kader Partai Golkar dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Bahkan, di antara mereka ada yang kecewa dan marah terhadap kondisi Partai Golkar saat ini. Mereka menilai bahwa ada yang salah dengan kepengurusan di Partai Golkar.
Karena itu, kata dia, kader Partai Golkar menginginkan pemimpin baru yang mampu menjadikan Partai Golkar menjadi rumah yang teduh dan nyaman bagi semua pihak dan bukan rumah untuk segelintir elite saja.
”Mereka menginginkan pemimpin baru yang menjadikan Partai Golkar sebagai Partai Penjuru Bangsa yang bukan hanya bermanfaat untuk kader partai semata melainkan bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia," ucap Bamsoet.