Penutupan tersebut juga menimbulkan dampak finansial bagi pengelola bandara. Agus memperkirakan kerugian akibat penutupan selama dua hari mencapai sekitar Rp40 miliar.
"Kalau ngomong rugi, rugi pak, banyak ruginya. Rp40 miliar ada kali pak dalam dua hari itu. Tapi tentu kami tidak memikirkan itu," ucapnya.
Agus menjelaskan penutupan sebagian Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya beberapa kali terjadi, antara lain ketika salah satu landasan pacu menjalani perbaikan atau mengalami gangguan. Namun, penutupan seluruh operasional bandara baru dilakukan akibat sebaran abu vulkanik tersebut.
Keputusan penutupan diambil setelah pengujian menunjukkan adanya abu vulkanik di sekitar bandara. Agus mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan penumpang maupun awak pesawat.
"Setelah BMKG memastikan bahwa dari hasil paper test, hasil black glass ternyata positif, kita tidak mau mengambil risiko dan langsung kita lakukan penutupan," kata dia.