Kendala lainnya adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk ke dalam badan kapal membuat penyelam kesulitan melihat kondisi di sekitarnya.
Kondisi tersebut semakin berisiko karena terdapat benda-benda tajam di dalam kapal. Dengan jarak pandang yang rendah, benda-benda tersebut berpotensi melukai penyelam saat proses pencarian.
Risiko lain berasal dari bahan kimia yang diduga muncul akibat tumpahan minyak atau BBM dari kendaraan yang berada di dalam kapal.
"Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu," kata dia.
Selain itu, tim menghadapi persoalan gas density di kedalaman sekitar 27 meter. Kondisi tersebut membuat waktu penyelam berada di dalam air harus dibatasi.