Indonesia menjadi salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang memberinya keunggulan dalam perikanan dan kelautan. Indonesia adalah rumah bagi sekitar 30% dari seluruh perikanan di kawasan Asia-Pasifik.
Karena banyaknya hasil laut dan keanekaragaman laut, banyak masyarakat Indonesia yang menjadi nelayan dan bergantung pada hasil laut untuk mencari uang.
Ekspor hasil perikanan Indonesia meningkat 10,8% pada tahun 2019, dengan nilai total mencapai Rp73,6 miliar. Indonesia telah mengekspor berbagai jenis hasil kelautan, termasuk udang, ikan tuna, cumi-cumi, dan banyak lagi, ke berbagai negara di seluruh dunia.
Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya laut, tetapi juga memiliki budaya bahari yang kuat. Masyarakat di Indonesia, terutama yang tinggal di pesisir, sering berprofesi sebagai nelayan dan kemudian menciptakan budaya bahari yang kaya dan beragam.
Salah satu contoh dari budaya bahari yaitu Suku Bajo yang tinggal di laut, serta tradisi sedekah laut yang ditemukan di kalangan masyarakat Jawa. Budaya bahari juga menjadi bagian integral dari identitas Indonesia sebagai negara maritim.
Dengan luas wilayah perairan yang mengesankan, letak geografis yang strategis, kekayaan laut yang melimpah, kemajuan di bidang perikanan dan kelautan, serta budaya bahari yang kaya, Indonesia benar-benar menghuni wilayah laut yang penuh potensi dan penting di tingkat global. Karena itulah alasan kenapa Indonesia disebut negara maritim.