Dengan demikian, pemerintah menambah belanja sekitar Rp364,8 triliun sepanjang September 2026. Dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional kementerian, program pembangunan, hingga transfer ke daerah.
Berdasarkan komposisinya, belanja kementerian dan lembaga (K/L) menjadi salah satu komponen utama pengeluaran negara. Realisasinya mencapai Rp1.069,4 triliun atau 70,8 persen dari target anggaran.
Belanja K/L juga mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 33,5 persen.
Sementara itu, belanja non-kementerian dan lembaga terealisasi Rp991,9 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 60,5 persen dari target, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 25,7 persen.
Sementara itu, realisasi transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp599,2 triliun hingga September 2026. Angka tersebut setara dengan 86,5 persen dari pagu yang ditetapkan.
Meski tingkat penyerapannya sudah tinggi, realisasi TKD justru mengalami kontraksi 7,1 persen secara tahunan pada September 2026. Kondisi ini berbeda dengan September 2025, ketika transfer ke daerah masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,5 persen.