Belva Devara Mundur dari Stafsus Presiden Jokowi

Rizki Maulana
Staf Khusus Presiden Jokowi Adamas Belva Syah Devara. (Foto: BNPB).

Sorotan terhadap Belva tak urung makin tajam. Sejumlah kalangan mengganggap ada konflik kepentingan di balik Kartu Prakerja itu. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, misalnya, tidak hanya mengkritik, melainkan menantang Belva untuk debat terbuka. Tantangan terkait keterlibatan milenial dalam perekonomian Indonesia.

Dalam surat terbukanya tersebut Belva mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Dia mengaku mendapatkan banyak pengalaman meskipun hanya menjabat dalam waktu relatif singkat.

"Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya. Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden," ujarnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Reaksi Puan Maharani soal Jokowi Safari Politik: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif

57 tahun lalu

Jokowi Akhiri Blusukan di Lampung: Saya Masih Orang Kampung

57 tahun lalu

Hari Terakhir Blusukan di Lampung, Jokowi Borong Produk UMKM hingga Bertemu Teman Kuliah

57 tahun lalu

Blusukan ke Lampung, Jokowi Terima Gelar Adat Kehormatan Baginda Pemuka Bangsa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal