Sementara itu, salah satu warga Semarang di New York, Budi Hioe, telah mengimbau keluarganya di Indonesia untuk ikut serta menyosialisasikan Ganjar Pranowo.
“Saya bisa nyambung dengan Ganjar. I can relate to him. Pak Ganjar mulai dari bawah. Karier politik, ia mulai dari nol. Ia pernah susah bayar kontrakan. Saya juga. Pernah hampir putus sekolah. Saya juga. Kalau nggak tahu susahnya rakyat, bagaimana bisa jadi wakil rakyat?” kata Budi.
Salah satu koordinator acara, Reina Gunawan mengungkap alasan mengapa milih warung sebagai bentuk sosialisasi. Menurutnya warung makanan sederhana ini bisa dijangkau seluruh masyarakat. Hal itu sama seperti karakter Ganjar yang dianggapnya sangat merakyat.
“Warung memang kelihatan ndeso, murah, tapi inilah kekuatan rakyat, suara orang banyak melawan kekuasaan oligarki,” ujar Reina.