JAKARTA, iNews.id - Cessara Raam Musrianik berhasil menjadi wisudawan terbaik dari Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) periode Desember 2021. Hebatnya, ia meraih gelar cumlaude dengan IPK 3,82.
Cessara sendiri mengaku awalnya, fisioterapi bukan jurusan pilihan utama. Sebab, jurusan ini dekat dengan stereotip negatif, khususnya pada wanita.
“Ngapain cewek sekolah tinggi-tinggi kalau pas lulus jadi tukang pijat?” ungkap Cessara melansir laman resmi Unair, Senin (6/12/2021).
Namun semakin banyak komentar negatif tentang fisioterapi, justru membuat Cessara semakin termotivasi mematahkan stereotip itu. Bahkan, ia sampai mengukir prestasi.
Pada 2019, ia bersama kedua temannya nekat mengikuti konferensi di Taiwan. Hal itu yang menjadi titik balik dalam menekuni bidang Fisioterapi.
“Peserta di sana sangat bangga dengan jurusan mereka. Mereka bangga jadi bagian dari masa depan fisioterapi dan saya tahu saya masih tertinggal jauh,” jelasnya.
Ia termotivasi untuk menyadarkan masyarakat bahwa fisioterapi bukan lah tukang pijat. Namun, merupakan tenaga kesehatan profesional yang mempelajari ilmu terapan lain.
“Fisioterapi punya banyak spesialisasi, contohnya di bidang olahraga, muskuloskeletal, fisioterapi anak, jantung, dan sebagainya,” sebutnya.