Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPR tersebut pun bercerita saat dirinya pertama kali mendengar Indonesia berhasil mendapat emas di Paralimpiade Tokyo 2020 dari cabang olahraga bulutangkis ganda putri, Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah. Puan mengaku bergetar hatinya dan bisa membayangkan betapa bangganya tim Indonesia yang mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional itu.
"Setiap kali ada lagu Indonesia Raya dikumandangkan, kalau di negara orang itu, kita itu kaya bergetar. Tidak usah ditahan, airmata itu pasti mengalir. Apalagi di Paralimpiade yang sudah 41 tahun puasa medali emas. Saya bisa membayangkan bagaimana situasi haru biru, bangga, bahagia, menjadi satu," ucapnya.
Untuk itu, Puan mengharapkan agar prestasi tim Indonesia di ajang Paralimpiade terus dipertahankan. DPR dipastikan akan tetap mendukung, membantu, dan bergotong royong demi prestasi-prestasi atlet di Paralimpiade yang akan datang.
"Sebagai Ketua DPR, saya akan mengajak para anggota DPR untuk terus mengingatkan dan mendorong pemerintah, agar kebijakan-kebijakan publik yang ramah terhadap kelompok disabilitas untuk terus ditingkatkan," tutur Puan.
"Kita ingin agar atlet-atlet Indonesia yang sudah menjadi kebanggaan bangsa di Paralimpiade turut merasa bangga karena tahu bahwa negaranya, yaitu NKRI adalah negara yang terus bekerja memperhatikan kebutuhan kelompok disabilitas," ujarnya.
DPR ditegaskan akan mendorong negara hadir dalam pembinaan cabang-cabang olahraga yang memiliki potensi untuk mendapat medali. Terutama, kata Puan, di ajang tingkat dunia seperti Paralimpiade dan Olimpiade.
"Karena diperlukan gotong royong kita semua, jika kita ingin bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan di pentas-pentas olahraga tingkat dunia karena rasa bangga, terima kasih dan kebahagiaan dirasakan di seluruh hati rakyat Indonesia. Ini adalah suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia, karena merah putih berkibar kembali di Paralimpiade," tegasnya.
Rasa terima kasih itu, menurut Puan, bukan hanya bagi atlet yang memperoleh medali. Sebab seluruh atlet, pelatih, dan pengurus tim Paralimpiade Indonesia sangat berperan dalam membawa prestasi yang mengharumkan nama Bangsa.
"Kami bersorak ketika kalian gembira dan kami ikut menangis ketika kalian bersedih. Kami tetap bangga, karena kami tahu atlet-atlet Paralimpiade dari Indonesia itu tangguh-tangguh mentalnya. Melihat kegagalan sebagai sebuah keberhasilan yang tertunda," kata Puan.