Apalagi saat ini dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan secara masif yang juga dilakukan sebagai upaya untuk memberikan gizi serta mencegah stunting. Menurutnya, MBG bukan sekedar hidangan satu penyajian di meja makan, tapi juga menjadikan ekosistem ekonomi terbangun.
“Karena stunting salah satu persoalan dasarnya adalah kemiskinan, ketiadaan, ya kan. Nah maka untuk mengurai kemiskinan itu ya dengan Asta Cita Keenam, mesti kita kawal secara bersama-sama, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” katanya.
Dia menuturkan, pemerataan ekonomi saat ini telah dilakukan melalui program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, kemudian ada program di Kemendes PDT seperti Badan Usaha Milik Desa, desa-desa tematik, desa wisata, desa ekspor dan lain sebagainya yang diharapkan bisa menjadi lokomotif ekonomi di desa.
Dengan tumbuh kembangnya potensi desa, Yandri optimistis ekonomi di desa akan bangkit, sehingga persoalan stunting bisa di selesaikan dengan segala arah. Secara afirmasi dilakukan langsung ke individunya, tapi secara global atau secara keseluruhan, sistem ekonomi di desa di bangun secara sistematis sehingga bisa memberantas kemiskinan.
“Insyaallah dengan begitu maka angka kemiskinan bisa kita tekan atau bisa kita hilangkan, otomatis nanti stunting itu bisa kita juga hilangkan, kira-kira begitu cara konvergensinya. Maka hari ini kita melakukan semacam penghargaan atau apresiasi kepada desa-desa yang punya komitmen tinggi dan itu bisa dijadikan contoh untuk dalam hal konvergensi dan percepatan penurunan angka stunting,” ucap Yandri.