Sementara itu, salah satu tokoh purnawirawan Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar menuturkan saat ini ada beberapa ancaman yang dapat mengganggu stabilitas negara. Mulai dari ancaman dari luar negeri, konflik perbatasan dengan negara ASEAN hingga pergerakan di daerah yang berusaha meninggalkan NKRI yang terlihat saat ini di Papua.
"Ancaman itu dapat diatasi dengan peran aktif secara benar dari kegiatan pembinaan teritorial di daerah. Termasuk kegiatan intelijen, serta melaksanakan koordinasi yang ketat dengan berbagai pihak, dan terus menjaga soliditas TNI-Polri," ujar Agum.
Sedangkan Letjen TNI Purn Sjafrie Sjamsoedin dalam paparannya mengingatkan kembali tentang jati diri TNI. Di mana, TNI merupakan tentara pejuang, tentara rakyat, dan tentara nasional.
Tiga anekdot itu, kata dia, merupakan hasil pemikiran dari para pendahulu. Kemudian, dirinya menegaskan untuk kembali prinsip Pancasila serta Pasal 27 dan 30 UUD 1945 tersebut sebagai pegangan TNI yang merupakan esensi sistem pertahanan rakyat semesta, dan TNI sebagai pengawal UUD 1945.
Purnawirawan lain yang tampak hadir pada acara tersebut di antaranya, Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu, Jenderal TNI Purn Mulyono, Letjen TNI Purn J Suryo Prabowo, dan Letjen TNI Purn Muzani Syukur.