Kesempatan itu sekaligus digunakan oleh Ma’ruf untuk menitipkan warga negara Indonesia yang beraktivitas di Malaysia di banyak sektor, mulai pendidikan, tenaga kerja, bisnis dan lain sebagainya.
"Kita berharap agar para WNI yang beraktivitas di Malaysia dipandang tidak hanya sebagai warga negara yang serumpun dan mitra kerja, namun lebih jauh dari itu hendaknya dilihat sebagai saudara sehingga kendala dan berbagai permasalahan yang kemungkinan muncul dapat terselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MU) nonaktif tersebut.
Mahathir pun menyambut gembira kunjungan Ma’ruf. Dia pun berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara dua negara serumpun ini.
"Hubungan kedekatan Malaysia dan Indonesia bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga secara kewilayahan, namun juga selama puluhan tahun terjalin relasi spiritual dan kultural,” kata dia.
Menurut Mahathir, kedua negara ini penduduk muslim mayoritas yang berorientasi ahlus sunnah waljamaah. Di luar itu terdapat aliran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dalam jumlah besar.