Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerjasama dengan pengawas gizi di setiap SPPG. Pengawas gizi akan mengawasi, melatih, dan memberikan panduan tentang standarisasi gizi, cara pengolahan bahan pangan yang sehat, dan memenuhi kebutuhan gizi, serta higienitas.
“Bisa jadi orderan bahan makanan untuk SPPG ini omzetnya lebih besar dari pada kalau dia jualan seperti biasa,” tuturnya.
Selain itu, Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk pelaksanaan program MBG ini juga meminta para mitra untuk tidak terlalu berorientasi bisnis. Dia meminta mitra lebih peka dan memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah penerima manfaat.
Misalnya, jika ada sekolah yang tidak punya WC, atau tidak punya washtafel, mereka bisa membuatkan WC atau washtafel; jika atap sekolah bocor, mereka pun bisa membantu memperbaiki.
Mitra juga perlu memberikan perhatian kepada para guru, guru-guru honorer, maupun tenaga pendidik di sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Anda bisa membelikan sarung atau mukena, untuk guru-guru, atau untuk orang tua siswa yang tidak mampu. Itu semua menjadi shodaqoh jariyah anda semua,” ujarnya.