BI Catat Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di Triwulan II 2026, Ini Datanya

Rohman Wibowo
BI mencatat penyerapan tenaga kerja melambat. (Foto: Istimewa)

Di sisi lain, industri pengolahan menjadi sektor dengan kontraksi penyerapan tenaga kerja paling dalam. BI mencatat SBT sektor ini berada di level minus 0,54 persen. Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib juga mengalami kontraksi dengan SBT minus 0,14 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mempertahankan pertumbuhan positif. Lapangan usaha tersebut mencatatkan SBT sebesar 0,23 persen pada triwulan II 2026.

Memasuki triwulan III 2026, dunia usaha memperkirakan kebutuhan tenaga kerja akan meningkat. BI mencatat proyeksi SBT tenaga kerja mencapai 0,95 persen, didorong musim panen hortikultura dan perkebunan yang membuat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diproyeksikan mencatatkan SBT sebesar 0,06 persen.

Optimisme juga terlihat pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang diperkirakan mencatatkan SBT sebesar 0,08 persen, sedangkan sektor real estat diproyeksikan mencapai 0,12 persen. Meski diperkirakan membaik, sektor industri pengolahan masih diproyeksikan berada dalam fase kontraksi pada triwulan III 2026 dengan SBT minus 0,14 persen.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
6 jam lalu

Purbaya Pastikan Pemindahan Dana SAL ke Himbara Tak Ganggu Koordinasi dengan BI

4 hari lalu

Siap-Siap! Proyek Blok Masela bakal Serap 12.000 Tenaga Kerja

4 hari lalu

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

4 hari lalu

Bahlil Pastikan 30 Persen Tenaga Kerja Proyek Gas Abadi Masela Warga Maluku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal