JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah masih terkendali di tengah tekanan pasar keuangan global. Sejak awal kuartal IV 2026, rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen dan pergerakannya masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026," ucapnya dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).
Meski pelemahan rupiah masih terbatas, Erwin mengingatkan tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi berlanjut. Kondisi ini seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko.
"Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut," ujarnya.