JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). Rapat itu membahas perkembangan ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global, termasuk stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi pangan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menuturkan, stabilitas harga dan nilai tukar rupiah tetap menjadi fokus utama kebijakanbank sentral. Dari sisi inflasi, inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 2,8 persen, sedangkan inflasi pangan bergejolak atau volatile food mencapai 5 persen.
"Untuk inflasi kami juga laporkan, untuk inflasi inti yang menjadi, menggambarkan pergerakan dari perekonomian masih cukup terkendali di bulan September masih 2,8 persen. Memang kami juga laporkan yang memang perlu menjadi perhatian adalah inflasi di pangan, volatile food inflation yang memang mencapai 5 persen," ucap Destry.
Destry menambahkan, pemerintah perlu memperkuat koordinasi untuk mengendalikan inflasi pangan agar tetap berada dalam sasaran inflasi yang ditetapkan BI, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Ini tadi kami laporkan dan juga koordinasi nanti dengan Kementerian Pertanian bagaimana kita bisa menjaga untuk volatile food inflation agar masuk di dalam koridor Bank Indonesia 2,5 plus minus 1 persen," tuturnya.