BKKBN Berkolaborasi Cegah 400.000 Anak Stunting Setiap Tahun

Rizqa Leony Putri
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. (Foto: dok BKKBN)

Selain pembentukan aplikasi, BKKBN juga membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Bidan, Kader PKK, dan Penyuluh Keluarga Berencana agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Koordinasi yang terintegrasi juga diperlukan agar masalah stunting tertangani dengan efektif.

Emanual Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menyatakan bahwa program penanganan stunting sejak dulu sudah ada, namun ruang kendali tidak seperti sekarang, dimana terdapat RANPASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting) dengan pola yang lebih terarah.

Menteri PPN/BAPPENAS Suharso Monoarfa juga menyampaikan banyak program intervensi yang diberikan pemerintah, seperti: keluarga harapan, bantuan non tunai, DAK, hingga program sanitasi. Namun, hal ini dinilai masih perlu perbaikan penetrasi di lapangan, salah satunya dengan menghidupkan kembali masyarakat serta LSM yang dulu turut menggerakkan BKKBN.

(CM)

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Moms! 10-42 Hari setelah Melahirkan Disarankan Pakai KB, Ini Tujuannya

57 tahun lalu

Suami Wajib Tahu! KDRT Verbal saat Istri Hamil Bisa Berdampak pada Janin

57 tahun lalu

Suntik KB untuk Pria Masih Diteliti, BKKBN Bocorkan Informasi Terbaru!

57 tahun lalu

10 Provinsi dengan Peserta Vasektomi Terbanyak di Indonesia, Yogyakarta Peringkat 1

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal