BMKG Ajak Masyarakat Panen Air Hujan Antisipasi Kemarau Kering

Binti Mufarida
BMKG menyebut musim kemarau tahun 2023 akan lebih kering. (Foto: Ilustrasi/Ist)

“Kondisi cuaca yang kering ini berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak terkait sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dodo Gunawan menerangkan, setelah mengalami kondisi La Nina selama tiga tahun terakhir (2020-2022) yang mengakibatkan iklim basah, pemantauan terbaru suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa, saat ini intensitas La Nina terus melemah, dengan indeks pada awal Februari 2023 sebesar -0,61.

Kondisi La Nina ini, lanjut Dodo, diprediksi akan terus melemah dan beralih menuju kondisi Netral pada Februari – Maret 2023. Kondisi ENSO Netral diprediksi akan terus bertahan hingga pertengahan tahun 2023. Kondisi ini, kata dia, menyebabkan musim kemarau tahun 2023 diprediksikan lebih kering dibandingkan 3 tahun terakhir.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
7 menit lalu

Gempa Bumi M5,4 Guncang Pulau Puah Sulteng Dini Hari Tadi, Dirasakan hingga Gorontalo

5 jam lalu

Waspada! Gelombang Tinggi Mengintai di Sejumlah Perairan hingga 25 Agustus 2026

21 jam lalu

Gempa di NTT Masih Belum Berhenti, BMKG Catat Sudah Terjadi 5.089 Gempa Susulan

2 hari lalu

Operasi Modifikasi Cuaca Digeber Atasi Karhutla Kalimantan, Terkendala Pertumbuhan Awan Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal