Selain memantau titik panas, BMKG juga mengawasi sebaran partikulat asap akibat karhutla. Saat ini, keberadaan partikulat asap terutama terdeteksi di Kalimantan Barat sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan.
“Mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan operasi modifikasi cuaca adalah upaya komplementer dengan upaya pemadaman titik api langsung di daratan, jika operasi modifikasi cuaca tidak mungkin dilakukan dari segi faktor cuaca dan keberadaan awan di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Untuk memperkuat mitigasi, BMKG tengah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah. Pelaksanaan operasi tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).